Saturday, 16 January 2016

TEORI ORGANISASI UMUM 2 [TUGAS 2]



NAMA : KHAIRUNNISA FIRSTY ARISYA
NPM : 15114846
KELAS : 2KA01
JURUSAN : SISTEM INFORMASI


A.          Produsen dan Fungsi Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

1.       Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
-       Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
-        Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.

2.       Faktor produksi turunan
Adalah faktor produksi hasil dari penggabungan faktor produksi asli yang merupakan perkembangan kebudayaan dan pengetahuan manusia.

Faktor Produksi Turunan terdiri dari:

A. Modal, adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut.  Modal dapat dibedakan menurut:

1) Kegunaan dalam proses produksi/sifatnya
• Modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi.
Contoh: gedung, mesin-mesin pabrik.
• Modal lancar adalah barang-barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.
Contoh: bahan baku, bahan pembantu, uang.
2) Bentuk modal
• Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi.
Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik, uang.
• Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahan.
Contoh: nama baik perusahan, merek dagang, hak paten.
3) Berdasarkan sumbernya
• Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahan sendiri
Contoh: setoran dari pemilik perusahan sendiri.
• Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahan
Contoh: modal dari pinjaman Bank.
4) Berdasarkan pemilknya
• Modal individu adalah modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya.
Contoh: rumah pribadi yang disewakan
• Modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi.
Contoh: rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, dan pelabuhan.
B. Kewirausahan, adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Sebanyak dan sebagus apa pun faktor produksi alam, tenaga manusia, modal, serta sumber daya informasi yang dipergunakan dalam proses produksi, jika dikelola dengan tidak baik, hasilnya tidak akan maksimal.
C. Sumber Daya Informasi, adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahan untuk menjalankan bisnisnya. Sumber daya informasi ditambahkan sebagai faktor produksi karena mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi.
Misalnya: Ramalan kondisi pasar, dan data-data ekonomi lainnya.
Fungsi Produksi
Fungsi Produksi adalah suatu persamaan yang menunjukkan hubungan ketergantungan (fungsional) antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. 

Fungsi produksi secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:
Q + f ( K, L, R, T )

Dimana:
Q = Output
K = Kapital/modal
L = Labor/tenaga kerja
R = Resources/sumber daya
T = Teknologi

-       Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.

Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

B.          Produksi Optimal

Optimalisasi produksi adalah suatu cara meningkatkan nilai dari suatu produksi dengan pengarus variabel. Cara mengoptimalkan produksi bisa dengan meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dan lain-lain. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi.

C.      Least Cost Combination

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

D.           Macam-Macam Ongkos

Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.
Macam-macam ongkos diantaranya sebagai berikut :

1)      Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap)
Total Fixed Cost atau yang disebut juga ongkos total tetap adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan  dan sebagainya.
2)       Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)
Total Variabel Cost atau bisa juga disebut ongkos variabel total adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya.
3)      Total Cost (Ongkos Total)
Total Cost atau yang lebih dikenal sebagai Ongkos total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel.
TC = TFC + TVC
4)      Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata)
Average Fixed Cost atau bisa juga disebut ongkos tetap rata-rata adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q
5)      Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata)
Average Fixed Cost atau yang lebih dikenal sebagai ongkos variabel rata-rata ini adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
AVC = TVC Q
6)      Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata)
Average Total Cost atau bisa juga disebut dengan ongkos total rata-rata adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
ATC = TC Q
7)      Marginal Cost (Ongkos Marginal)
Marginal Ongkos atau bisa juga disebut dengan ongkos marginal yaitu tambahan atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambahnya ataupun berkurangnya suatu unit output.
MC = TC = TVC Q Q

Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :

1)       Ongkos Produksi Jangka Pendek

Didalam suatu ongkos produksi jangka pendek sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos jangka produksi pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

2)       Ongkos Produksi Jangka Panjang

Didalam ongkos produksi janka panjang ini sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.

E.            Kurva Ongkos

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Macam-macam kurva ongkos :

 
Gambar 1. Kemungkinan Kapasitas Produksi

Gambar 2. KurvaBiaya Total

Gambar 3. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

Gambar 4. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata

 Gambar 5. Long Run Average Cost Curve
F.         Penerimaan

Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.Macam-macam dari penerimaan yaitu diantaranya :
 
1)      Total Penerimaan (Total Revenue)
Total Revenue di singkat TR atau juga bisa disebut dengan total penerimaan yaitu penerimaan dari hasil penjualan.
2)      Penerimaan Rata-rata (Avarage Total Revenue)
Average Total Revenue yang disingkat AR atau yang lebih dikenal sebagai penerimaan rata-rata yaitu adalah rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3)      Penerimaan Marginal (Marginal Revenue)
Marginal Revenue yang disingkat MR atau juga bisa disebut dengan penerimaan marginal adalah suatu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unti output.

G.        Keuntungan Maximum

1.Pendekatan Total

Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
a)      Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b)      Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik.

2. Pendekatan Marginal

Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output.  Secara matematis dirumuskan:

Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000. Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal. Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
- Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
- Mendapat untung normal
- Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
- Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.

3. Pendekatan Rata-rata

Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000. Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna.

SUMBER:

http://elisabeth-irene.blogspot.co.id/2015/06/produsen-dan-fungsi-produksi.html
https://idadwiw.wordpress.com/2012/06/30/macam-macam-ongkos-dan-kurva-ongkos/
https://idadwiw.wordpress.com/2012/06/30/penerimaan-revenue-dan-keuntungan-maksimum/
http://julian-arief.blogspot.co.id/2012/04/keuntungan-maximum-pada-pendekatan.html
Share:

TEORI ORGANISASI UMUM 2 [TUGAS 1]



NAMA : KHAIRUNNISA FIRSTY ARISYA
NPM : 15114846
KELAS : 2KA01
JURUSAN : SISTEM INFORMASI

1. Pengertian Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap factor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus).

Jenis-jenis permintaan :
A.Berdasarkan daya beli
1)Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap barang atau jasa yang disertai daya beli dan melakukan transaksi.
2)Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap barang atua jasa yang disertai daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum dilakukan transaksi).
3)Permintaan absolute, yaitu permintaan terhadap barang/jasa yang tidak disertai daya beli.

B.Berdasarkan jumlah yang melakukan permintaan
1)Permintaan individu adalah permintaan seseorang terhadap barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2)Permintaan kelompok adalah permintaan dari sekelompok orang atau masyarakat pada saat yang bersamaan (penjumlahan permintaan individu).

Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu.

Jenis-jenis Penawaran :
A. Penawran individu adalah penawaran yangdilakuakn oleh satu orang penjual dan atau produsen
B. Penawaran pasar adalah penjumlahan dari penawaran individu.

2. Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum permintaan

" apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan "

Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas (jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berhubungan negative dengan harga barang. Hokum yang berlaku dalam ilmu ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.

Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta. Hal ini dikarenakan: naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan. naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Factor penyebab tidak berlakunya hokum permintaan
a. Permintaan barang-barang bernilai prestise
b. Harapan harga suatu barang akan berubah
c. Hubungan kuantitas harga
d. Barang inferior
4. Skedul dan Kurva Permintaan

Hukum penawaran

" bila harga tingkat mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun "

Hukum penawaran menyatakan semkain tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal ini menunjukkan hubungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan kuantitas yang ditawarkan.Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

3.  Faktor - faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan individu terhadap barang dan jasa antara lain sebagai berikut :
a. Tingkat pendapatan konsumen
b. Harga barang dan jasa
c. Selera konsumen.
d. Perkiraan harga mendatang.
e. Harga barang lain yang berkaitan substitusi dan komplementer).
f. Pertambahan jumlah penduduk

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
a. Harga barang dan jasa.
b. Harga input atau biaya produksi.
c. Teknologi produksi.
d. Keuntungan yang diinginkan oleh produsen.
e. Banyaknya penjual atau pesaing.
5. Penawaran
(Pergeseran) Kurva Penawaran

4. Penentuan Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.

Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.

5. Pendekatan Perilaku Konsumen

            Pada dasarnya pendekatan konsumen memiliki cara yang berbeda-beda untuk mencapai kepuasan. Pendekatan perilaku konsumen terbagi menjadi dua yaitu pendekatan kardinal dan pendekatan  ordinal.

A.         Pendekatan Kardinal

Kepuasan konsumsi dalam pendekatan kardinal dapat diukur dalam satuan ukur. Lalu semakin banyak barang dikonsumsi semakin tinggi pula jumlah kepuasan konsumen. Pendekatan kardinal memberikan penilaian bersifat subyektif akan pemuasan kebutuhan dari suatu barang, artinya tinggi rendahnya suatu barang tergantung sudut pandang subyek yang memberikan penilaian tersebut, yang biasanya berbeda penilain dengan orang lain. Pendekatan Kardinal berhubungan dengan Hukum Gossen 1 yang berbunyi :

“Bahwa jika kebutuhan seseorang dipenuhi terus-menerus maka kepuasanya akan semakin menurun”

Pengertian dari Hukum Gossen 1 adalah  pada awalnya kita merasa puas dengan suatu barang, lalu kemudian kita membeli barang tersebut secara terus menerus dan akhirnya menjadi bosan. Pada saat itulah terjadi penurunan kepuasan.

B.          Pendekatan Ordinal

Dalam pendekatan kardinal kepuasan konsumen tidak perlu diukur, cukup diketahui dengan intensitas atau tinggi rendahnya tingkat konsumen menggunakan barang tersebut.

Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah:
-       Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
-       Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
-       Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya. Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu kepuasan.

6. Konsep Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Elastisitas Harga Penawaran (The Price Elasticity of Suply)

Sama hal dengan perhatian elastisitas harga pada permintaan, maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai suatu alat untuk mengukur respon produsen terhadap perobahan harga, penghitungan elastisitas harga penawaran sama dengan penghitungan pada elastisitas harga permintaan, hanya saja perbedaan pengertian jumlah barang diminta diganti dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Elatisitas silang adalah elatisitas yang mengukur tingkat kepekaan perubahan jumlah barang tertentu yang diminta (missal barang x) akibat perubahan harga barang lain.Elatisitas silang berlaku bagi barang-barang subtitusi maupun barang – barang komplementer.

Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)

Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.



SUMBER :
Share:

Thursday, 29 October 2015

Internet Of Things



Selamat malam!

Hai, hai udah lama ga memposting tugas di blog ini dan akhirnya sekarang baru dapet tugas lagi untuk bisa dibahas di postingan ini. 


Dipostingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang Internet Of Things yang dibidang IT dikenal dengan istilah IOT. Topik ini lagi booming, serta ramai dibicarain dimana-mana, dan sangat menarik buat dibahas sampe gaada ujungnya buat ngebahas ini. Ya secara dari tahun-ketahun tuh selalu ada perkembangan di bidang IPTEK yang ngebuat hal apapun semakin menjadi lebih berkembang dan semakin canggih. Tapi sebelumnya, tau gak sih IOT itu apa? 

Dari sumber-sumber yang saya baca, Internet Of  Things (IOT) itu adalah sebuah konsep buat memperluas pemanfaatan internet, dimana benda-benda fisik atau virtual yang ada disekitar kita bisa saling berkomunikasi satu sama lain, cuma dengan tersambung/terhubung jaringan internet dan bisa ngebuat benda-benda tersebut menjadi benda canggih yang multifungsi. Menurut website http://teknojurnal.com/definisi-internet-of-things/, ide awal  Internet of Things pertama kali dimunculkan sama Kevin Ashton di tahun 1999 dan sekarang mulai banyak perusahaan besar mendalami Internet of Things, beberapa contohnya perusahan Intel, Microsoft, Oracle, Google dan banyak lainnya.

Berdasarkan link situs, http://www.slideshare.net/ratnamustikasari/internet-of-things-iot-46919156 disebutkan bahwa IOT terdiri dari beberapa komponen : platform hardware; gateway software (berjalan di papan micro-controller) ; dan layanan cloud.


Diberbagai negara udah banyak yang nerapin konsep Internet Of Things ini. Beberapa diantaranya diterapin di benda simple yang sering kita pakai sehari-hari contohnya kacamata sederhana yang bisa di sulap menjadi benda yang sekarang terkenal dengan nama Google Glass, ada juga jam tangan digital yang bisa berubah menjadi Smart Watch dengan adanya IOT ini, dan masih banyak lagi. Gak cuma itu, IOT juga udah dimanfaatin sampe ke benda-benda di beberapa bidang, seperti di bidang consumer appliances gitu, misalnya Smart TV, Smart Air Conditioner, Smart Stove, Drone Camera dan lainnya ; bidang otomotif, misalnya toyota touch life yg menghubungkan kendaraan dengan smartphone dan bidang-bidang lainnya. 

Yang saya sempat baca di situs-situs mengenai penerapan dan contoh-contoh dari penerapan IOT, ada yang menarik seperti ada sebuah kulkas yang dapat terkoneksi dengan smartphone dengan mesin kopinya dan dapat memberitahu stok apa saja yang sudah habis melalui via sms atau email. Kulkas ini  rencananya akan digunakan di dapur starbucks coffee beberapa tahun kedepan. Selain itu, saya juga menemukan informasi mengenai smart city yang sedang gencar di bangun di Indonesia sebagai salah satu cara memodernisasikan teknologi kesuatu sector yang lebih luas. Program smartcity ini sudah mulai dibangun di kota Makassar.

Nah yang disebutin sebelum-sebelumnya tadi tuh beberapa contoh penggunaan IOT yang udah tergolong luar biasa berkembang, namun dalam penerapannya mesti butuh biaya yang ga sedikit. Gak Cuma yang “wah-wah” tadi aja yang merupakan contoh IOT, ada juga kok yang nerapin IOT tanpa perlu biaya banyak. Sebenernya ada banyak contoh-contoh penggunaan konsep IOT yang bisa kita temuin nih disekeliling kita. Penggunaan barcode dibeberapa tempat; E-money yang dapat kita gunakan ditol, stasiun, dan beberapa tempat lainnya sebagai pengganti tiket; E-banking yang disediakan bank-bank sebagai fasilitas transaksi online; Gojek yang lagi booming pun memakai konsep IOT agar lebih modern; E-book yang sudah diterapkan di sekolah-sekolah, universitas-universitas dan dimana-mana; Barcode di beberapa tempat; dan pokoknya banyak banget deh. Serta pastinya bakal ada lebih banyak hal-hal baru dengan IOT nantinya seiring bertambah pesatnya perkembangan teknologi.

Dengan adanya konsep IOT ini, kita bisa ngerasain manfaat dan sisi positivenya, yaitu mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan, bisa dapat banyak pengetahuan dari situs-situs, mempermudah berkomunikasi jarak jauh, mempercepat suatu transaksi, memperluas jaringan kerjasama, dan lain-lan. Tapi pastinya kalo ada sisi positivenya, juga ada sisi negativenya.

Kalian pasti tau kan kira-kira apasih sisi negative dari adanya IOT ini? Kalau menurut pendapat saya sih sisi negatifnya tuh cukup mengancam dan membahayakan kita.

Yang pertama, bakal timbul kejahatan-kejahatan yang canggih-canggih juga. Pastinya si “para penjahat”memanfaatkan dan menyalah gunakan konsep IOT ini untuk membuat sebuah benda canggih yang bisa dipakai untuk membantunya berbuat jahat. Atau bisa juga dengan melakukan kejahatan langsung di IOTnya dengan menghacknya agar bisa menjadi diambil alih oleh si hacker tersebut. Cybercrime itu menurut saya sangat lebih berbahaya dibanding dengan kejahatan lainnya.

Yang kedua, bisa bikin masyarakat semakin menjadi antisosial gitu. Coba deh kita liat, sekarang aja dimana-mana orang butuh banget dan gabisa lepas dari smartphone, atau laptop dan gadget lainnya. Mau lagi main sama temen, kuliah, kumpul keluarga dan lainnya pasti jarang lepas dari smartphonenya, dan dampak negative ini sudah kita rasakan saat ini yang bisa ngebuat kita jauh dari suatu kegiatan lainnya yang lebih bisa bermanfaat dan melatih skill sosial dibanding terus-terusan berkutat di depan gadget. Belum lagi anak-anak dibawah umur pun sudah terjerumus di dunia IOT yang sebenernya belum saatnya dirasakan. Hal ini lah yang perlu diwaspadai saat anak-anak sudah mulai kecanduan internet, karena bisa menimbulkan masalah psikologis dan masalah-masalah lainnya.

Masih ada banyak lagi dampak negative yang bisa kita rasain seperti masalah kesehatan karena radiasi yang semakin kencang dan lainnya. Kalian bisa cari lebih banyak di web-web orang untuk menambah pengetahuan kalian dan dapat mengantisipasi dampak negative dari IOT ini, serta siapa tau kalian bisa mengembangkan konsep IOT biar semakin canggih dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari kalian.

Hmmm ya kiranya saya sudah cukup banyak berbicara mengenai IOT yang mungkin gaakan ada ujungnya kalau diteruskan. Saya juga masih harus terus nyari tau apalagi perkembangan IOT yang belum saya tau.

Kurang lebihnya mohon maaf dari saya. Sampai ketemu di postingan selanjutnya!
Bye-bye.
Share: